Top

Kepala MAN 2 Kukar Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah

Kepala MAN 2 Kukar Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah

Kukar (Madrasah)  – Kepala MAN 2 Kukar sekaligus Ketua KKM Provinsi Kalimantan Timur, Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah dan GTK serta Penguatan Madrasah Inklusi di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur. kegiatan dibuka oleh Kabid Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim, H. Sabransyah, S.IP., S.HI dan diikuti oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM), Kaur TU, guru dan tenaga kependidikan se kalimantan Timur, Malang, 8 - 11 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia madrasah sekaligus memperkuat implementasi pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H. Sabransyah, S.IP., S.HI dalam sambutannya menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman dan kompetensi Kepala Madrasah serta Guru dan Tenaga Kependidikan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang setara, aksesibel, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas

Selama pelaksanaan bimtek, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama RI dan praktisi pendidikan inklusi.

Materi Kebijakan dan Arah Pengembangan Pendidikan Inklusi di Madrasah disampaikan oleh Kasubdit Inklusi dan Vokasi Kemenag RI, Dr. H. Anis Masykur, M.Ag. Dalam paparannya, beliau menjelaskan kebijakan Kementerian Agama dalam memperluas akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Beliau juga menegaskan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan berkeadilan.

Selanjutnya, materi Peran Kepala Madrasah, Guru, dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi Pendidikan Inklusi di Madrasah disampaikan oleh Kasubdit Bina GTK MA/MAK Kemenag RI, Dr. Imam Bukhori, M.Pd. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada komitmen dan kolaborasi seluruh unsur madrasah. Kepala madrasah berperan sebagai pemimpin perubahan, guru sebagai pelaksana pembelajaran yang adaptif, dan tenaga kependidikan sebagai pendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif.

Materi mengenai Paradigma dan Tata Kelola Madrasah Inklusi disampaikan oleh Ketua Umum FPMI Pusat , H. Supriyono, M.Pd. Dalam pemaparannya, Supriyono menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang keberagaman murid serta perlunya tata kelola madrasah yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh murid, termasuk murid berkebutuhan khusus.

Sementara itu, materi Strategi Implementasi Madrasah Inklusi disampaikan oleh Kepala MIT Ar-Roihan Lawang Malang, Dr. Lailil Qomariyah, M.Pd. Beliau menjelaskan berbagai strategi implementasi pendidikan inklusif, mulai dari identifikasi kebutuhan murid, penyesuaian kurikulum dan pembelajaran, penguatan kompetensi guru, hingga kolaborasi dengan orang tua dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain penyampaian materi di kelas, peserta juga mengikuti kegiatan orientasi lapangan ke MIT Ar-Roihan Lawang sebagai salah satu madrasah yang telah berhasil menerapkan pendidikan inklusif. Pada kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung praktik pengelolaan madrasah inklusi, layanan bagi murid berkebutuhan khusus, serta strategi pembelajaran yang diterapkan untuk mengakomodasi keberagaman murid.

Kepala MAN 2 Kukar, Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga dalam upaya pengembangan madrasah yang lebih inklusif dan berkualitas.

“Materi yang disampaikan oleh para narasumber dari Kementerian Agama RI maupun praktisi pendidikan inklusi, serta pengalaman belajar langsung di MIT Ar-Roihan Lawang, menjadi bekal yang sangat penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MAN 2 Kutai Kartanegara. Kami berharap nilai-nilai inklusi dapat semakin kuat terimplementasi dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan di madrasah,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MAN 2 Kutai Kartanegara berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola madrasah, serta mengembangkan layanan pendidikan yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh murid. (rw).

Partner :

Talk to us

+628125532278