Top

Kepala MAN 2 Kukar Ikuti Kegiatan Sosialisasi KBC

Kepala MAN 2 Kukar Ikuti Kegiatan Sosialisasi KBC

Kukar (Madrasah) - Kepala MAN 2 Kutai Kartanegara, Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si., mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Wilayah Barat bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Supiyan, S.Pd.I., Gr yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 Oktober 2025, bertempat di Swiss-Bell inn Kemayoran Complex Spring Hill, Jl. Benyamin Suaeb Blok D6, Pademangan Timur Kec. Pademangan Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengawas, Kepala Madrasah dan Guru dari lima belas Provinsi di Indonesia. Antusiasme ini menjadi salah satu tolak ukur betapa pentingnya kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bagi Madrasah. Peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan. Materi-materi yang disampaikan memberikan pencerahan tentang Kurikulum Berbasis Cinta yang di Gaungkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA.

Turut memberikan materi tentang Interkoneksi KBC dan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Madrasah, Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, M.Si. Dalam penyampaiannya, Beliau menekankan bahwa dalam Kurikulum Berbasis Cinta, guru bukan hanya mengajarkan cinta, tetapi menerapkan dan mengimplementasikan cinta dalam berbagai aspek kehidupan. KBC sebagai bagian dari Upaya membentuk karakter generasi masa depan. KBC merupakan gagasan yang lahir dari kegelisahan Menteri Agama atas dua persoalan besar bangsa saat ini, yakni krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan.

Prof. Nyayu menjelaskan, krisis kemanusiaan menjadi perhatian serius karena nilai-nilai kemanusiaan mulai terkikis. Ia mencontohkan konflik, diskriminasi, hingga kasus kekerasan dan perundungan yang bahkan terjadi di Tingkat madrasah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah juga menjadi latar belakang penting lahirnya KBC. Menurutnya, bencana alam yang semakin sering terjadi sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia yang kehilangan rasa cinta dan empati terhadap alam. “Karena tidak ada nilai cinta di dalam hati, manusia tak lagi memandang alam dan sesama makhluk hidup dengan kasih sayang,” jelasnya.

KBC yang digagas Kementerian Agama merumuskan Panca Cinta di antaranya, cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Materi di hari Kedua tentang Tantangan Global Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Agama disampaikan langsung oleh Staff Khusus Menteri Agama, H. Farid F. Saenong, M.A.,Ph.D. Beliau menegaskan tentang pentingnya menghadirkan cinta dalam proses pembelajaran.

“Proses belajar di Madrasah harus berlandaskan cinta bukan mengajarkan tentang kebencian. Dengan Cinta lingkungan misalnya, yang merupakan salah satu dari Panca Cinta, maka kita bisa mengurangi daya rusak yang disebabkan oleh ego manusia dalam pemanfaatan lingkungan,” Ujar Farid.

Selanjutnya tentang Strategi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta oleh Fithrotus Subhaniyah, S.Pd., M.Pd. dan diskusi bersama Dr. Moh. Rifqi Rahman, M.Pd. Kemudian dilanjutkan oleh Didin Hadiat, M.Pd mengupas tentang Implementasi Pembelajaran Mendalam, beserta diskusi. Peserta sangat antusias mengikuti materi dan diskusi yang dikemas menarik tersebut.

Menurut Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat paradigma baru pendidikan madrasah yang tidak hanya fokus pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada penumbuhan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan spiritualitas di dalam ruh Pendidikan.

Kasubdit Kurikulum, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M. menutup Kegiatan dengan menitipkan harapan bahwa para kepala madrasah dan pengawas peserta kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam di madrasah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang beriman, cerdas, dan berkasih sayang. (rw/s).

Partner :

Talk to us

+628125532278