MAN 2 Kukar Raih Penghargaan Sebagai Kontributor Rekor MURI Nyalanesia 10 Apr 2022 | Written by Administrator. Published in Prestasi. Read 548 View Kukar (Madrasah) – Madrasah Aliyah Negeri 2 Kutai Kartanegara raih penghargaan sebagai Kontributor Rekor MURI dari program GSMB Nyalanesia dalam “Peluncuran Buku Fiksi dan Non Fiksi Terbanyak” yang diumumkan dalam puncak acara Festival Literasi Nasional, Rabu (23/3/2022). GSMB merupakan sebuah Gerakan Sekolah Menulis Buku Tingkat Nasional yang menjadi salah satu program dari platform literasi digital Nyalanesia yang juga bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah serta media massa nasional. Karya antologi peserta didik MAN 2 Kutai Kartanegara yang telah terbit melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Tingkat Nasional ini adalah buku kumpulan puisi peserta didik MAN 2 Kutai Kartanegara berjudul “Harmoni Madrasah” dan kumpulan cerpen berjudul “Senandika Anak Dara” yang merupakan karya dari 50 orang peserta didik. Selain itu, beberapa buku diterbitkan secara otodidak sebagai output dari program Gerakan Literasi Madrasah yang dikoordinir oleh Nurlia Santy Agustin, S.Pd., M.Pd yang juga merupakan sosialisator program Literasi Nasional Nyalanesia. Buku kumpulan cerpen dan puisi karya peserta didik tersebut berjudul “Mimpi Berharga” dan “Rindu Aksara” yang diterbitkan oleh Penerbit Intishar. Selain menyasar pada peserta didik, program Gerakan Literasi Madrasah juga mencanangkan program ini untuk mendorong keaktifan guru madrasah serta tenaga pendidik lainnya agar aktif dalam membaca buku atau literatur dalam bentuk digital serta menuliskan hasil refleksi, karya dan karsa mereka di bidang pendidikan dan seni sastra dalam bentuk buku cetak dengan standar ISBN. Sudah cukup banyak pula output karya guru dan tenaga pendidik ini antara lain buku artikel pendidikan, buku kumpulan cerpen, buku kumpulan puisi serta novel. Untuk mendukung kegiatan literasi ini, Kepala Madrasah, Ummi Puji Astutik, S.Pd.,M.Si membentuk Tim Literasi Madrasah, melanjutkan program literasi yang telah dicanangkan semenjak tahun 2020. “Saya sangat mendukung program literasi ini, semoga lebih banyak lagi buku-buku antologi baik karya siswa maupun karya guru yang diterbitkan,” ungkapnya. “Ke depannya Gerakan Literasi Madrasah akan dikembangkan lagi dengan membaca Al-Qur’an ataupun hadist selama 15 menit sebelum memulai pelajaran, ini akan menjadi ciri khas madrasah dan juga untuk membentuk karakter peserta didik yaitu membentuk akhlak menurut Al-Qur'an. Selain itu, akan diperkuat dengan monitoring pojok-pojok literasi yang ada di setiap kelas, mengadakan lomba-lomba terkait literasi yang diselaraskan dengan program Adiwiyata, Madrasah Riset dan Madrasah Ramah Anak dan juga berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kutai Kartanegara dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kaltim. Gerakan Literasi Madrasah juga akan menjalin kerjasama dengan gerakan literasi setempat baik dengan Gerakan Literasi Kutai (GLK), Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (GPMB) dan Perpustakaan Daerah Kutai Kartanegara,” jelas Ummi. (rw/nsa) Share : Facebook Twitter Google Plus