Top

MAN 2 Kukar Gelar Sosialisasi Persiapan Akreditasi

MAN 2 Kukar Gelar Sosialisasi Persiapan Akreditasi

Kukar (Madrasah) – Madrasah Aliyah Negeri 2 Kukar menggelar Sosialisasi Persiapan Akreditasi dengan tema “Peningkatan Kreadibilitas Akreditasi Untuk Pendidikan Bermutu Agar Tercapainya Madrasah Hebat Bermartabat” guna menghadapi akreditasi yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at (13/10/2020) bertempat di Aula MAN 2 Kukar dengan narasumber Bapak Hartono, M.Pd, Pengawas SMP di Dinas Pendidikan dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terbagi dalam dua tempat yaitu daring dan luring.

Kepala MAN 2 Kukar, Bapak Irfan Anshori Masdar, M.Pd menyambut baik kegiatan tersebut. Irfan mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan sosialisasi menghadapi akreditasi karena akreditasi tahun depan berbeda dengan akreditasi tahun sebelumnya.  “Semoga kegiatan sosialisasi persiapan akreditasi ini akan memberikan wawasan bagi bapak ibu guru dalam menyiapkan dokumen dan lain-lain yang dibutuhkan selama pelaksanaan akreditasi,”harap Irfan.

Bapak Hartono, M.Pd menjelaskan untuk tahun ini instrumen yang akan digunakan dalam akreditasi berbeda dengan akreditasi di tahun sebelumnya. Penilaian nanti bukan hanya dokumen tapi performancenya dengan cara melalukan observasi langsung, wawancara, diskusi, atau quisioner. Jadi tidak bisa lagi ditutup-tutupi.  Ada 4 hal pokok yang akan menjadi penilaian  yaitu yang pertama Mutu Lulusan yang memuat karakter siswa,kompetensi siswa, kepuasan pemangku kepentingan, yang kedua Proses Pembelajaran yang memuat kualitas pembelajaran di kelas/diluar kelas, iklim belajar, pemanfaatan sarpras, yang ketiga Mutu Guru yang memuat kompetensi guru, pengembangan diri, inovasi dan kreatifitas guru dan yang keempat Manajemen Sekolah yang memuat pencapaian visi & misi, kompetensi kepala madrasah, kepemimpinan kepala madrasah, budaya sekolah, pelibatan masyarakat, pengelolaan pendidik dan tenaga pendidik, pengelolaan kurikulum, sarpras, kesiswaan, pembiayaan. Jadi data EMIS harus benar-benar singkron dengan keadaan yang sebenarnya. Jadi assessor nanti akan melihat sekolah bisa diakreditasi kalau ada kecukupan data. Kecukupan data  ini dilihat dari EMIS yang masuk di databasenya kementerian. Assesor tidak perlu melihat jumlah guru atau buku, akan tetapi penilaian langsung menekankan pada kinerja dan kualitas atau performance guru.  “Yang terpenting bagi bapak ibu guru dan pegawai dalam menghadapi akreditasi adalah membangun kebersamaan, kekompakan, dan semangat, sehingga selama mempersiapkan dokumen dan lain-lain dapat berjalan lancar,” jelas Hartono. (rw)

Kerjasama

Talk to us

081548740007